Mekarnya Rafflesia gadutensis Di Ujung Ramadhan 1441 H/2020 M Di Negeri Sejuta Pesona

Salah seorang masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (Egi Masro) pada saat patroli bersama dengan Polisi Kehutanan menemukan salah satu jenis rafflesia lagi mekar pada tanggal 20 Mei 2020. Rafflesia yang ditemukan merupakan jenis Rafflesia gadutensis, dengan diameter bunga 44 cm pada ketinggian 376 m dpl di batas kawasan TNKS dalam wilayah Nagari Sungai Gambir Sako Kecamatan ranah IV Hulu Tapan  Kabupaten Pesisir Selatan. Secara pengelolaan termasuk dalam wilayah kerja BPTN Wilayah II Sumatera Barat, Seksi Pengelolaan TN Wilayah III Painan, Resort Lunang Sako. Kepala BPTN Wilayah II Sumatera Barat (Yunaidi, SP) mengatakan “berdasarkan data base TNKS jenis ini sebelumnya pernah ditemukan pada tahun 2012 dengan jarak yang tidak terlalu jauh dengan lokasi temuan sekarang, potensi kawasan TNKS di  Desa/Nagari sangat banyak bak yang telah terdata maupun yang belum dimana selain memiliki Rafflesia juga memeliki jenis-jenis burung, jenis-jenis primata serta potensi air terjunnya”. Adapun status konservasinya menurut IUCN adalah Endangered/EN.  Kepala SPTN III Painan (Laskar Jaya Permana) yang didampingi oleh Karest Lunang Sako (M. Setiawan Nur) menegaskan “setelah mendapatkan laporan tersebut kami langsung melakukan pemagaran dan menjaga agar tidak dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab”.

Diskripsi Rafflesia gadutensis

Nama jenis Rafflesia ini merupakan nama tempat atau tipe lokalitas dimana herbarium spesimen dikumpulkan yaitu Ulu Gadut, Padang, Sumatra Barat. Jenis ini didiskripsikan pertama oleh W. Meijer pada tahun 1984. Rafflesia gadutensis merupakan salah satu jenis yang sebaran geografisnya terbatas. Jenis ini ditemukan di Padang dan sekitarnya, dan pernah dijumpai di Ulu Gadut, Tahura Moh. Hatta, Kayu Taman, Bukit Tinggi, Solok, dan Batu Berjulang (Meijer,1997; Nais,2001).

Rafflesia gatutensis merupakan jenis dengan ukuran menengah dengan garis tengah diameternya berkisar antara 40-46 cm. Helai perigonnya dan permukaan atas diafragma mempunyai warna merah maron muda. Bercak di bagian atas helai perigon dan diafragma mempunyai ukuran yang seragam dan berwarna merah muda. Jumlah bercak di helai perigon paling panjang berkisar antara 10-12 buah. Di perigon, bercak mempunyai ukuran lebih besar dari pada bercak pada R. arnoldii, dan kadang-kadang berdempetan di bagian bawah dekat diafragma. Jenis ini termasuk dalam kelompok R. hasseltii komplek. Ramenta jenis ini ada dua jenis yaitu; ramenta dengan ujung atasnya membengkak (crateriform) dan tipe jamur (toadstool). Tipe crateriform hanya dijumpai di sepanjang bagian dalam permukaan tabung perigon. Sedangkan tipe jamur dijumpai di bagian bawah permukaan dalam diafragma. Jumlah prosesi sebanyak 17-30, sedangkan jumlah anther bunga jantan sebanyak 30 (Meijer, 1997). Bunga ini sangat berbeda dengan bunga rafflesia yang lain, memiliki bentuk corak khas dan ukuran yang kecil. Bunga berdiameter sekitar 40-60 cm, dengan lima kelopak berbintik putih. Bunga rafflesia ini tumbuh pada inangnya, liana menjalar tetrastigma lanceolarium, yang termasuk keluarga vitaceae. Bunga ini diperkirakan memiliki proses tumbuh selama lima tahun dalam fase dari biji, kuncup, bunga dan biji kembali (proses layu).

Sumber Rika Putra Abbas

author